Di bulan Maret ini aku tidak terlalu banyak membaca buku, sepertinya aku sedang berada di situasi yang memang perlu duduk reflektif dan merenung. Tidak bisa memalingkan wajah sedikit pun untuk sedikit berlari-lari tidak aware seperti biasanya. Di bulan ini mengajarkan aku untuk kembali ke akar, mencari semua yang utama, fokus pada semua yang dibutuhkan. Aku memotong semua yang sudah tidak cocok lagi dengan diriku untuk kembali lagi ke diriku sendiri.
Di bulan Maret ini buku yang aku baca dan menurutku paling berkesan adalah The Healing Hippo of Hinode Park. Aku pinjam buku ini dari teman book club Berkutubuku, namanya Umar. Pertama kali aku mendengar buku ini aku merasa: Oh ada buku Jepang lainnya yang lucu nih. Aku selalu suka cerita Jepang karena unik, simple tapi selalu heartfelt. Selalu ada makna dibalik tulisan-tulisannya. Di kesempatan kali ini aku membaca buku ini.

Dalam buku ini ada lima cerita dari masing-masing tokoh yang berbeda-beda. Ceritanya bisa dibaca secara terpisah dan di cerita terakhir pembaca diberikan gambaran dari manakah asal usul legenda hippo ini. Hippo ini dianggap sebagai sebuah Hippo penyembuh, caranya mudah dengan menyentuh bagian badan yang ingin disembuhkan lalu menyentuh badan Hippo itu, makan si sakit akan sembuh. Ajaib bukan? Hal yang menurutku menarik adalah betapa solusi yang diberikan dalam setiap peristiwa dan kesembuhan-kesembuhan yang terjadi dilakukan dengan bersama perilaku yang reflektif dari setiap tokoh-tokohnya. Solusi di akhir juga dilakukan dengan hati terbuka, perilaku mau dikoreksi, dan kerendah hatian untuk mengerti situasi dan orang lain serta keinginan untuk berubah. Menurutku ketika kita memiliki perasaan keterbukaan dan optimisme untuk menjadi pribadi yang lebih baik, pastinya bisa dilakukan.
Buku ini bagus, bacalah :)
No comments:
Post a Comment