19.7.10

Memoar Copi


Dua semester sudah aku lalui sebagai anak kuliah di negeri orang. Satu tahun jauh dari keluarga berusaha jadi lebih dewasa dan mandiri. Memang benar kata orang menjadi dewasa itu adalah proses seumur hidup. Dewasa itu nggak hanya dilihat dari badan doang. Body boleh kayak Ade Rai otot di mana-mana tapi kalau kelakuan masih dibawah ketek emaknya juga sama aja. Nah, kembali lagi, satu tahun aku di Taiwan banyak sekali yang terjadi. Waktu pasti merubah segalanya itu kita tahu pasti.

Jadi kawan, aku punya cerita; aku punya seekor anjing genduuut pendek nakal pecicilan manja, namanya COPI= COKLAT PUTIH. Si Copi ini hanyalah anjing biasa, bukan anjing ras atau berdarah biru udah gitu kutuan lagi, bau lagi. Itulah anjingku. Tidak ada yang special dari Copi. Namun aku dan keluargaku sayang sekali pada copi. Copi merupakan bagian dari keluarga kami. Copi udah hampir 5 tahun dengan kami. Kami sekeluarga sayaaang sekali dengan Copi meski dia sering ngejar-ngejar anak tetangga sampai jejeritan pipis di celana, meski dia sering naik tempat tidur Aga buat bangunin Aga ke sekolah di pagi hari dan berisiknya minta ampun terus aku pasti ngomel-ngomel hahaaha :))

Lalu aku pindah ke Taiwan kuliah, aku skype-an sama ibu, babeh, aga pasti ada Copi kepo ikutan mejeng depan webcam sambil gonggong. Copi emang gak ada matinya, dasar anjing! (emang anjing) Setelah itu aku dapat berita mengejutkan sekaligus senang karena ibuku hamil lagi adik cowok. Jadi, nanti aku punya 2 adik cowok deh :)

Selang 1,5 bulan sebelum kelahiran adekku, ibukku periksa kandungan dan dikatakan oleh dokter, hasil tes laboratorium di darah ibukku ada tokso. Yang lain dan tak bukan disebabkan oleh bulu binatang; kucing dan anjing. Sehingga akhirnya ayahku mengambil keputusan agar Copi dikasih ke orang lain, kenalan. Besokknya kenalan itu langsung membawa Copi ke rumahnya. Mungkin kita mengira Copi akan dipelihara dan disayang seperti yang aku dan keluargaku kira. Namun ternyata, sesuatu yang kita anggap spesial belum tentu sama nilainya dengan orang lain. Mungkin orang lain hanya menganggap Copi sebagai anjing biasa hingga Copi pun 'lenyap' dan kita tahulah maksudnya apa. Tak aku pungkiri aku nangis sampai sesegukkan 2 hari, sampai aku capek dan ketiduran. Di skype aku sama ibuku berduaan nangis sampai sesak. Aku sedih bukan kepalang.

Kita tidak pernah bisa menyamakan sesuatu yang kita anggap spesial dengan orang lain. Mungkin orang lain menganggap remeh. Kita pun tidak bisa menyalahkan kenalanku itu kalau dia menanggap Copi adalah anjing biasa saja. Itu tidak salah hanya saja mungkin peran Copi sebagai anjing untuk keluargaku sampai di sini. Toh nantinya aku akan punya adik bayi, tidak mungkin ada anjing dan adik bayi jadi satu dalam rumah. Pasti gak sehat buat si adik kecil. Lalu dalam email ibuku menulis,

"Betapa perjuangan untuk mencapai kebahagiaan itu jalan yang tak mudah. Betapa kesabaran itu sangat diperlukan. Betapa doa itu menjadi andalan utama untuk pilar agar kita tidak terpuruk. Betapa kita tak mampu menghindar dari perubahan. Begitu banyak hal yang ibu renungkan. Rasanya tak ada orang yang bisa memahami kita selain Tuhan. Bahkan diri sendiri saja sulit untuk memahaminya. Ada rasa yang kadang teramat hampa. Tak bisa kita bagi pada siapa pun. Kita hanya ingin berlutut di kaki-Nya dan berkata: Tuhan biarkan aku mampu menanggungnya.

Masa-masa sulit dalam hidup keluarga kita akan berlalu dengan baik. Ibu yakin. masa-masa yang penuh senyum akan terbit di antara kita semua. Kita berduka untuk banyak hal yang orang lain anggap sepele. Tapi bagi kita tidak. Ini masalah perasaan. Kita akan mampu melewatinya dengan baik. Juga kamu. Copi adalah anjing yang hanya diciptakan untuk keluarga kita. Titik.


Dearest Anjingku Copi yang lucu,

Aku ikhlas dan sampai jumpa disuatu waktu, suatu tempat, suatu kesempatan nanti. Dengan inilah aku menulis memoar kecil di blogku untuk mengingatmu bahwa kau tak ada gantinya.

Salam sayang,
Metta.



Tak Akan Ada Gantinya-Ipang



Btw, aku mohon doa untuk Ibuku, besok Selasa, 20 Juli 2010 akan melakukan operasi sesar jam 8 pagi. Besok akan ada anggota baru dikeluargaku. Mohon doa ya teman-teman.
Tuhan memberkati :))

13.6.10

naluri ibu-ibu

Hari minggu lama datang cepat pergi :'( Ckckckck.........dan besok udah hari senin lagi aaaaaaaaaaaaaa tidak apa-apa metta 2 minggu kamu akan libur leha-leha, kipas-kipas, pake kaos singlet di asrama liburan summer (sambil les mandarin). Tidak apa-apa Metta. Ayo nyalakan semangatmu!

Aduh aku udah gemes sendiri ini, sebentar lagi exam terus libur summer. Terus Agustus aku pulang ke Indonesia tanah air tercinta. Aduh aku sudah tak sabar bergelinjang-gelinjang. Biar kata Indonesia banyak copet, biar kata Indonesia macet, biar kata Indonesia panas (masih lebih panas Taiwan di kala summer) biar kata Indonesia artisnya pada berlomba bikin video porno........aku mau pulang! Btw, tentang ariel dan video-video 'abg labilnya', beritanya sampe masuk ke China Post Taiwan; surat kabar Taiwan loh! Gileeee...selamat deh Ariel.

Setelah nyuci baju, ngosrok wc, nyuci piring, ngepel, nyapu, ganti sepre tadi aku pun tiba-tiba terpikir: naluri ibu-ibuku mulai keasah loh. Yesss...tos! Wah sudah pasti ibuku senang sekali mendapat kabar ini. Selamat yaa Metta haha! Tapi tetep deh kalo yang namanya nyuci piring aku paling gak suka ,maleeeeeeesss banget. Doh.

Tapi setidaknya aku sudah memiliki keterampilan ibu-ibu. Kecuali yaaa satu itu. Masak. Aku pikir dulu mending aku sewa mbak yang bisa masak aja gitu jadi aku tinggal senyum-senyum pulang kerja ongkang-ongkang kaki. Eh..... taunya sepertinya itu tidak bisa aku lakukan. Memasak itu kan tanda cinta ibu pada suami dan anak-anaknya. Lha.... kalo aku masak rasanya udah kayak racun gitu. Ckckckck. Matilah. Bagaimana nasibku nanti dimasa depan? Mau dikasih makan apa suami dan anak-anakku nanti? Mau dibawa ke mana hubungan kita? *ga nyambung* Wah ini membuatku resah. Pasalnya skill memasakku, yaaa cuman sop, tumis, soto, goreng-goreng, indomie, aer,dan menanak nasi. Udah. Jah..........membuat bolu kukus, pastel,brownies, kue-kue, dan masakkan lainnya aku udah mei ban fa. Gimana nih ya?

Baiklah demi masa depan keluarga siaga nan harmonis aku akan belajar memasak nanti. Nanti. Nanti..... nantilah pokoknya hahaha :)) Tapi pasti kok.

24.5.10

ini menyiksa

ADOH ini tuh menyiksa banget lohhh nyebelin banget loh. Gemesin banget loh. Pengen aku tendang pantatnya kalo ketemu nanti. Hih,,,不是我的菜.

LAPER aku jadinya. Malem-malem gini aku jadi lapeeerrr sambil emosian. Aku mau makan mmmmmmm,,,,

NASI GORENG TELOR CEPLOK yaaa,,,,gak pake kornet soalnya aku alergi. Telornya setengah mateng ya :p makasi loh.




Aku laper banget nih :'( Ibu, masakin aku laper. Kenapa di asrama 8 lantai ini gak ada dapur sih?

Ya udah deh, Met kamu bobo aja deh ya biar gak laper.
Kalo udah kayak gini aku jadi sedih dehh :((

23.4.10

Ketika Siput Berlari




Lihat!!! Seekor siput sedang berjalan membawa rumahnya dengan diam, perlahan, namun pasti . Tanpa hirau kanan kiri. Kecepatan siputnya membuat dia dianalogikan sebagai sesuatu yang negatif dan lama. Lamban.....lama.....ter-pu-tus....pu---tu--s---.....tus.......t.....u.....s..... l.....a..............m...............a..... setitik demi se----ti---tikk. Tes...........tes........tes. Lama.

Menjadi seekor siput mungkin bukan sesuatu yang membanggakan malah cenderung menjadi sebuah momok simbolis kelambanan, keterbelakangan. Bahkan mungkin banyak yang tidak suka padanya karena bentuknya menjijikan. Si siput melihat dengan mata kepalanya sendiri sebuah dinamik gerak makhluk lain, benda lain, berseliweran. Dan dia berjalan terseret-seret perlahan-lahan. Pernahkah seekor siput merasa iri dengan makhluk lain misalnya? Jawabannya: Pasti. Siapa juga yang ingin menjadi yang terujung, yang terbelakang, yang terlama; sementara yang lain berlari, melaju, atau bahkan terlontar dengan kecepatan 'fenomena sebuah mencret' ? Yang satu melejit, yang satu lagi berjalan lurus kepayahan membawa rumahnya.

Belum lagi penghakiman jadi-jadian, 'hewan pintar' yang asal ucap, menilai sesaat, lalu tertawa dalam hati. Hidup siput yang payah itu makin menjadi-jadi. Namun, hei kawan, lihat! Si siput berjalan tengadah dan menulikan telinga. Anggun, cuek, dan terkesan 'ndablek. Menikmati setiap perjalanannya, melihat lebih jauh, sedikit demi sedikit.

Dia lama. Dia tahu persis itu. Dia dibelakang. Dia lihat itu. Dan apa yang dia lakukan dengan pengetahuan akan dirinya? Dia menerima dirinya dan berjalan dengan pasti. Mungkin dia tidak bisa berlari seperti anjing atau terbang cantik seperti kupu-kupu. Namun dia berlari dengan cara dia, sekuat-kuatnya, semampu-mampunya, secepat-cepatnya.

Siput itu berlari. Berlari dengan versinya sendiri.

Ada yang keberatan?



Taiwan, 2010
Di tengah sebuah pencarian dan hujan gerimis.



" Live your own and never mind them."

14.3.10

Teras Hijau






Lihat teras rumahku!
Hijau.
Di sana tempatku duduk di kala sore
Minum segelas teh melati buatan ibu
Bersenda gurau bodoh dengan Aga, adikku
Berdiskusi adu kusir dengan Bob, babeh gondrong
Membaca koran dengan ibuku.

Lihat teras rumahku!
Hijau.
Bergelimang cinta ibu dan pak bob
Kuingat ketika kita sekeluarga,
buat selametan heboh karena Aga baru disunat.
Kuingat ketika teman kita orang Baduy datang
Lengkap baju adatnya tanpa alas kaki, Jasrip namanya
Datang ke rumah kita menginap.
Kuingat ketika si copi melahirkan di teras kita.
Kuingat ketika nenek datang ke rumah kita setiap Juli.

Lihat teras rumahku!
Hijau.
Semoga tetap hijau
Semoga tetap ada kursi panjang coklat
Semoga tetap digantung lukisan perempuan yang memegang ayam
Semoga tetap ada rak hiasan ibu
Semoga tetap dihiasi topeng muka bali di dindingnya

Dan lalu,
saat kupulang nanti,
Teras rumah kita tetap sama
Hijau.


***


Jangan lagi datang, rindu
Pergi jauh!
*Float-pulang*







Bob Hariyadi Martopranoto
a.k.a Babeh Gondrong

Hati-hati.... bapaknya gondrong :))



21.2.10

AMBULAN

AMBULAN : Anak enaM BULAN

Ni hari tepat 6 bulanan atau setengah taonan kita loh teman-teman :)) SELAMAT YAA YOU GUYS!! Yaaaa...walaupun hari ini kita jalan-jalan ke Museum Fine Arts minus Rio dan Femi. Tapi hari ini aku puassssss berjalan-jalan dan bersenang-senang dengan kakak-kakak, berpiknik bersama dan ketawa selebar pantat kuda nil. Makasi loh yaaaaaaaaaa,,, juga foto-foto nungging yang kita lakukan :))

Semoga kita:
Metta Asriniati Martopranoto
Marcia Rosy
Rio Vincentius
Meylisa Ibenk
Anastasi Karyna Pramesthi
Femilia The
Rany
Atriva Brenda Benedicta

Bisa menjalani semester depan dengan semangat membara kayak pria-pria berotot mirip ade rai di iklan-iklan energy drink.

Makin kompak dan saling bersatu melindungi kebajikan.

Semakin kece dan G4WUL

Terhindar dari segala godaan dan kemalasan

Nilai kita makin bagus

Sehat selalu

Lancar MANDARIN, Lancar inggris, Lancar jerman/perancis/jepang, lancar rejeki, lancar buang air besar

Dapet jodoh (Mari yang jomblo teriakkan "AMIN" sekencang-kencangnya. Gue yakin teriakkan ibenk paling kenceng, ya ngga benk?hehehe)

*dan yg bagus-bagus lainnya :)) AMIN!*





Museum Fine Arts


Femi---> pulang ke Indonesia


Rio -----> mencari sesuap nasi, secubit garam


INILAH KAMI SEMUA!!! :))



ibenk oh ibenk,,,,



HAPPY 6 MONTHS,...
LOVE YOU ALL!!





19.2.10

6 hari

Semester baru 6 hari lagi mulai. Dan aku masih belom siap menjadi anak kuliahan yang produktif lagi. Aku takut. Aku takut. Aku takut. Aku takut. Aku bingung :'(( Aku seumur idup ampe jadi anak segede bagong gini, belom pernah yang namanya takut sekolah. Aku selalu semangat sekolah yaaa...males dikit pernah deng! Tapi, aku ga pernah yg namanya sampe ngeri ampe rasnya jantungku melorot ke usus.

Pasalnya saudara-saudara, semester depan pelajaranku udah ditambah pelajaran yang ada mandarinnya. Naga-naganya bakalan aku ngga ngerti di kelas dan jadi anak sapi ompong. Aku bete ketika aku ngga ngerti tu dosen cuap2 apa di depan kelas dan semua orang di kelas ketawa-ketawa sedangkan aku cuman senyum-senyum pasrah dan berkata dalam hati: " 6 bulan lagi gue pasti ngerti...pasti...pasti...ini cuman soal waktu doang, ya kan??"

Semua orang bilang: OYE BISA PASTI BISA...!!!! Tapi masalahnya aku tetep aja resah gelisah. Mau pasrah, aku bukan tipe orang pasrah yang gitu aja menjadi pasrah dan semasa bodo cuek bebek. Pasti kepikiran.

Aku tahu aku bisa, aku tahu. Mungkin ini cuman rerasa aja. Mungkin karena aku cuman takut aja. Mungkin aku cuman cengeng aja. Mungkin cuman lagi manja aja :S

6 hari menuju hari-hari sibuk najis-najisan. Hari-hari yang buat narik napas aja susah. Roommate yang berisik udah kayak enci-enci gelodok yang tidurnya jam 3 pagi....pengen aku timpuk pake keset.

Tapi cuman satu suara yg ada di otakku: "Lo mau cepet-cepet lulus gak Met? Rajin-rajinlah kuliah! Jalanin aja biar cepet!! Terus pulang ke Indonesia dengan muka cengengesan dan gelar sarjana nilai fantastis, oke Met?"

6 hari aku bangun jam 1o
6 hari aku jalan-jalan keluar bersenang-senang
6 hari aku makan di luar
6 hari jadi stalker fb
6 hari nulis-nulis blog
6 hari bebas internetan
6 hari libur

Alhasil yg cuman pengen aku lakukan sekarang adalah bengong sampe bego dan memberanikan diri 'melangkah ke tempat yg lebih dalam'.

:'((

new post

Di Bulan Maret

 Di bulan Maret ini aku tidak terlalu banyak membaca buku, sepertinya aku sedang berada di situasi yang memang perlu duduk reflektif dan mer...